Terbaru saya nonton film luar tema keluarga meskipun filmnya sendiri bukan keluaran baru. Tapi tidak mengapa saya suka karna temanya family dan persahabatan, alurnya casual tapi saya benar-benar suka kebersamaan dengan keluarga dan masa-masa pendidikan yang membuat kita termotivasi ingin belajar banyak hal. Saya suka alurnya karna minus intrik tapi kebersamaan dengan keluarga itu sungguh hangat membuat hati tersenyum dan kita bisa mendapat pembelajaran hidup tapi biarlah saya menyimpan kisah ini jauh di dalam lubuk hati saya, karna hal ini berkaitan dengan impian saya. Saya memang menyukai kebersamaan di dalam keluarga dan hubungan berpasangan yang wajar-wajar saja, semakin saya dewasa saya suka melihat kehidupan ini dengan sudat pandang yang sederhana dan apa adanya. Ibu yang hangat, ayah yang hangat, kakak beradik yang kompak. Di film ini saya melihat ternyata seorang yang jenius mempunyai kemampuan kreatif, wawasan luas dan mampu memicu kreatifitas di dalam diri individu. Dan seorang jenius, bisa berfungsi dimanapun karna individu tersebut mempunyai banyak hal di dalam otak nya yang bisa diolah dan itu sungguh menguntungkan dirinya. Ke jeniusan individu ini sungguh membuat saya terkagum-kagum dan ditunjang karakter yang good dan good looking. Dan kisah percintaannya, wahhhh bikin mengharu biru dan happy ending namun bukan karakter saya bisa sabar akan penantian dan cenderung progresif, jika sudah berakhir ya sudah, saya tidak suka cinta penantian panjang dan lagi seorang perempuan harus bisa tampil elegant tanpa harus mengumbar cinta, sewajarnya saja. Biasanya yang berpembawaan anggun begini adalah perempuan dewasa.
Hal ini mengingatkan situasi di masa saya SMP dimana saya merasa mengalami uji coba untuk meningkatkan kualitas pendidikan, 3 kelas di bagi berdasarkan urutan kecerdasan dan saya dapat kelas kecerdasan terendah di masa kelas 3 SMP. Waktu SMP saya biasa-biasa saja tidak suka buat ulah di sekolah namun saya paling malas pelajaran hapalan, untuk itu nilai-nilai saya always pas-pasan hehehe tapi pada pembagian raport di kelas 3 nilai-nilai saya ternyata no 1 di kelas tersebut terhitung jawaranya. Selama SMP kenangan terbaik yang saya miliki adalah bisa menjadi juara di kelas percontohan tersebut walau hanya bisa berlangsung satu tahun tapi itu adalah satu kenangan manis yang saya miliki. Di masa itu SMP saya termasuk sekolah fav di kota ku dan banyak anak-anak cerdas disana dan potensial dan murib-murib disana banyak yang good looking dan datang dari kalangan berada (ah kenangan yang indah sekaligus miris karna di masa SMP saya paling tidak suka pelajaran halapan boring dan ada pelajaran tertentu saya tidak menguasai hihihi). Namun di SMU saya bisa menebus nilai-nilai saya yang merosot di SMP, lumayanlah jadi juara kelas dan masuk nominasi juara-juara umum tapi memang saya paling tidak suka pelajaran hapalan dan guru saya mengerti hal tersebut sometimes saya lebih suka menjawab dengan nalar di kala ujian atau quiz kelas hiihhihihihi still bukan tipe yang suka menghapal, tapi bermain di nalar walau tidak terlalu berusaha keras belajar tapi tetap berprestasi, lumayan bisa dapat nilai bagus juga asal jawabannya nyambung. Di SD saya juga suka jadi langganan juara 1. Kuliah kembali tidak terlalu minat belajar karna terlalu banyak ikut aktivitas kampus dan bergaul disana-sini hahahahaha alias saya lebih mentingin organisasi dan bersosialisasi dengan banyak orang ketimbang serius belajar, padahal sih jika saya melihat pelajaran saya sekarang tidak susah sebenarnya untuk bisa berprestasi mengumpulkan angka-angka bagus. Jangan di contoh ketidakseriusan dalam menempuh pendidikan untuk belajar dan membaca buku pelajaran di masa sekolah. Pelajaran harus dipahami bukan di hapal baru nempel di otak. Sekarang sih saya bisa menganalis suatu bacaan yang menuntut adanya pengertian, namun apa yang saya peroleh ini selain belajar di dunia pendidikan saya juga banyak belajar dari pengalaman hidup. Kita belajar tidak hanya di bangku sekolah tapi di kehidupan sehari-hari dan bagaimana kita bermasyarakat kita bisa menemukan pelajaran hidup. Mungkin jika saya giat menulis cerita bisa saja hal tersebut terjadi menjadi penulis cerita tapi saya tidak punya passion untuk mengarang cerita meskipun ada potensi disini. Setiap individu punya pengalaman suka dukanya dalam menempuh pendidikan namun yang bermental juara yang bisa bertahan sampai akhir dan selalu yakin bahwa "saya bisa, saya mampu", untuk mencapai progres memang dibutuhkan kemauan yang kuat dari dalam diri.
Tuhan memberikan saya suatu "kelebihan khusus" dan saya berusaha menggunakan apa yang Tuhan kasih secara bijaksana. Namun saya suka kehidupan yang casual, normal saja seperti bagaimana harusnya manusia hidup. Film-film sekarang cukup di dominasi dengan tema yang bersifat heroik dan action, tidak salah sih karna untuk film-film tertentu saya suka. Namun saya lebih suka lagi film yang membumi dimana kemanusiaan kita hidup, film yang membuat saya dekat dengan kehidupan dan menjadi manusia yang utuh, realistis. Dan tidak perlu adegan action alias adegan baku hantam, toh dalam praktek hidup sehari hari yang kita butuhkan adalah kebijaksanaan hidup dan bagaimana berpikir dengan cerdas untuk memunculkan ide-ide kreatif dan semuanya kita harus pake hati, peranan hati penting. Meskipun saya percaya dengan keajaiban/ mujizat, keseimbangan hidup untuk percaya akan hal-hal yang sifatnya alami dan membumi membuat saya realistis tidak hidup di alam fantasi. Sebaiknya berpikir dengan cara sederhana, hal ini akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan hidup dan melangkah tanpa beban :)
Tuhan memberikan saya suatu "kelebihan khusus" dan saya berusaha menggunakan apa yang Tuhan kasih secara bijaksana. Namun saya suka kehidupan yang casual, normal saja seperti bagaimana harusnya manusia hidup. Film-film sekarang cukup di dominasi dengan tema yang bersifat heroik dan action, tidak salah sih karna untuk film-film tertentu saya suka. Namun saya lebih suka lagi film yang membumi dimana kemanusiaan kita hidup, film yang membuat saya dekat dengan kehidupan dan menjadi manusia yang utuh, realistis. Dan tidak perlu adegan action alias adegan baku hantam, toh dalam praktek hidup sehari hari yang kita butuhkan adalah kebijaksanaan hidup dan bagaimana berpikir dengan cerdas untuk memunculkan ide-ide kreatif dan semuanya kita harus pake hati, peranan hati penting. Meskipun saya percaya dengan keajaiban/ mujizat, keseimbangan hidup untuk percaya akan hal-hal yang sifatnya alami dan membumi membuat saya realistis tidak hidup di alam fantasi. Sebaiknya berpikir dengan cara sederhana, hal ini akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan hidup dan melangkah tanpa beban :)
SMILE

No comments:
Post a Comment