Tuesday, September 9, 2014

Never the same



Banyak kejadian yang sudah terjadi di dalam hidupku dan hidupku tidaklah pernah sama dari waktu ke waktu selalu ada progres dan tahun ke tahun. Dan di masa masa itu saya ada bertemu dengan orang-orang baru dan berkenalan. Saya senang bertemu dengan orang-orang baru apalagi yang memberi dampak positif. Namun adalah aneh bagi saya bila bertemu dengan orang baru dan "sok tahu" tentang diriku dan kemudian memberikan masukan. Saya menghargai setiap masukan yang ada asal sudah jelas duduk perkaranya tidak asal "slonong boy" and bemmm menarik kesimpulan atas hidup orang lain, tapi alangkah baiknya bila kita tidak menjadi seorang yang "sok tahu" akan kehidupan orang lain dan dengan pertemuan yang singkat lantas dengan penuh percaya diri berani membuat kesimpulan tentang hidup seseorang dan itupun tanpa menyelami hidup seseorang lebih dalam. Untuk kenal dekat dengan personaliti seseorang, perlu adanya dialog dan aktivitas bersama. Sedangkan sepasang suami istri saja, untuk saling mengenal satu sama lain bisa butuh waktu yang lama adaptasinya karna pasti adanya perbedaan karakter dan latar belakang dan hal ini bisa mempengaruhi di dalam interaksi. Namun hanya kasih Tuhan yang sempurnalah yang membuat rumah tangga pasutri harmonis karna dipayungi dengan kasihNya yang sempurna.

Tidaklah etis menarik kesimpulan apalagi memvonis kehidupan seseorang dari satu kejadian yang singkat. Saya melakukan sesuatu pasti selalu ada alasan yang kuat melatar belakangi setiap keputusan-keputusan hidup yang saya ambil. Ya Puji Tuhan, setiap saya berikan pengertian argumen saya bisa diterima dengan baik. Saya bukan tipe individu yang suka ikut-ikutan, saya punya prinsip hidup sendiri yang sudah terbentuk sejak lama dan semakin lama prinsip hidup saya semakin terasah lewat hikmat dan bertambahnya wawasan dan pengalaman hidup (ini semua karna God blessing). Sebenarnya saya tipe yang tidak bisa orang sembarangan membicarakan yang tidak sesuai tentang hidup saya karna jika tidak pas, pasti saya tangkis atau saya doakan. Saya tidak mau adanya miss leading atas hidup saya, jalan hidup saya harus clear di hadapan sesama. Sesuatu yang tidak benar bisa menimbulkan prasangka dan ini sangat tidak baik untuk pertumbuhan rohani. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban saya di hadapan Tuhan. Jadi saran saya, jangan berasumsi karna apa yang seseorang pikirkan belum tentu sama dengan pihak yang lain. Oke bisa saja ada yang pemahamannya "klik" dan tentunya hal ini untuk mengetahui "klik atau tidak" perlu adanya konfirmasi. Untuk mengetahui "truth" perlu adanya dialog heart to heart not mind to mind. Perlu menggunakan hati nurani agar kita mengerti kondisi seseorang dan ini yang dinamakan empati.



Ok, GOD bless us.

No comments:

Post a Comment