Friday, August 29, 2014

What my favorit and not




Akhir-akhir ini di kotaku lagi sering di guyur hujan dan bikin suasana diri jadi malas hendak beraktivitas karna dingin. Namun hal tersebut mampu saya atasi dan saya tetap melakukan aktivitas apa yang seharusnya saya kerjakan dan tetap memacu semangat. Kotaku salah satu kota industri yang maju menjadi bagian di wilayah Indonesia. Sedikit demi sedikit kota ini mengukir prestasinya tersendiri dan terus mengalami kemajuan berbanding terbalik ketika dimana saya berada di masa saya kecil, saat itu kota ini sepi dan banyak hutan. Dimasa kecil saya bersahabat dengan alam dan permainan tradisional adalah bagian diri, kotaku adalah bagian diri yang tidak terpisahkan karna disinilah saya memulai perjalanan hidup saya untuk belajar banyak hal tentang kehidupan. Dua kota yang berperan besar dalam pembentukan jati diri saya adalah kota Btm dan kota Jkt. Sebenarnya di banyak tempat adalah yang terbaik yang Tuhan berikan, kita tidak bisa memilih darimana asal muasal kita dilahirkan, karna sudah ditentukan Sang Pencipta. 

Pada awalnya saya merasa ketidakpuasan tinggal di Btm namun saya menyadari disini saya merasa tidak ketinggalan informasi dan tetap bisa update berbagai hal dari fashion dan bacaan. Dari sedari saya ngerti yang namanya membaca, saya suka banget dengan berbagai bacaan apalagi yang berkaitan dengan cerita, dari cerpen, cerbung, novel, majalah, cerita rakyat baik dalam dan luar negeri. Semasa saya skul, saya update dengan berbagai bacaan dan wajib beli, jadi tidak heran koleksi majalah dan novel saya bertumpuk-tumpuk. Saya sempat menyimpan bacaan tersebut sampai di bangku kuliah, kemudian koleksi bacaan saya banyak diseleksi. Saya berfikir cukup yang saya perlukan saja yang saya koleksi, sisanya saya bagi-bagi ke orang secara bertahap dan ada yang saya buang hehehe daripada menjadi tumpukan saja di rumah dan saya tidak suka rumah bila serasa gudang. Saya tergolong telaten untuk merawat barang-barang sendiri, sehingga tidak heran barang-barang masa kecil bisa tetap ada hingga dewasa. Namun di dewasa kembali saya berfikir ulang untuk menyimpan semua barang-barang yang saya perlukan, yang lain jika masih bisa diberikan biarlah diberikan ke orang biar tidak hanya menumpuk di rumah. 

Semasa skul saya anti dengan yang namanya news, maka tidak heran siaran TV bisa rebutan remote dengan bokap (alm) yangsenangnonton news dan saya maunya nonton film. Bertambah usia, selera saya juga berubah, saya jadi tidak begitu suka baca cerita yang bersifat fiksi dan males baca novel, saya jadi menyenangi news dan kisah yang real terjadi. Meskipun tetap saya pilih-pilih news, saya lebih mengedepankan news yang bersifat informatif. Kisah fiksi, ada kalanya bersifat tidak real contohnya dongeng. Saya tidak mau terjebak dengan dunia khayalan. Padahal novel bersambung setebal-tebal bantal bisa saya baca dengan berbagai tema, dari kisah percintaan, detektif-detektif seperti novel Agatha Christie's yang tokoh utamanya Hercule Poirot, Enyd Blyton, John Grisham dan banyak lagi. Baca tabloid dan magazine yang kertasnya berbahan glossy dan tebal juga saya ikutin. Terakhir novel yang saya sempat baca tuntas adalah kisah Harry Potter di kala lagi boomingnya novel ini. Saya sempat mengkoleksinya namun novel itu sudah tidak saya koleksi,saya enggan menyimpan dan mengkoleksinya karna saya beranggapan novel ini hanyalah fiksi meski saya sudah beli dengan harga lumayan di masa itu. Saya terbiasa dengan high taste untuk bacaan. Saya percaya sihir itu memang ada (contohnya kisah nyata pertobatan dari Mukendi seorang keturunan penyihir bertobat menjadi pengikut Kristus) dan segala hal yang bersifat magic namun saya tidak meyakininya karna bertentangan dengan iman saya sebagai pengikut Kristus, dalam Kristen memang ada yang namanya mujizat namun mujizat bisa terjadi atas kuasa Allah Tri Tunggal, dengan menyebut nama Tuhan Yesus dalam doa misalnya untuk kesembuhan atau problem yang di hadapi asal beriman penuh pada Yesus pasti terjadi mujizat, ada kuasa di dalam nama Tuhan Yesus. Tuhan Yesus selalu memberi jalan keluar bagi setiap orang yang berharap penuh padaNYA. Apa yang tidak mungkin terjadi, namun arah hidup kita hendak kemana kita adalah pilihan hidup kita, jadi keselamatan adalah urusan personal. Untuk saat ini buku-buku yang saya koleksi mayoritas bacaan-bacaan rohani dan berkaitan dengan karakter. Saya tidak anti dengan cerita fiksi hanya bukan prioritas lagi seperti dulu, minat baca saya memang menurun drastis dan sebenarnya tidak seantusias di masa pendidikan apalagi untuk buku-buku nyaris tidak pernah beli lagi karna pasti tidak di baca. Ini semua karna hadirnya internet, jadi lebih senang berselancar di internet namun jika tidak buka internet ya tidak membaca, oh  ya paling minim baca koran. Sebenarnya baca buku ada bagusnya juga bisa di stabilo-in hehe khusus untuk buku-buku yang non fiksi.

Namun untuk fashion dan makanan, saya flexible tidak mengejar brand meski saya punya selera yang unik namun saya lebih suka flexible dalam hal fashion dan makanan, tidak kaku pada style tertentu atau rasa tertentu yang penting suatu hal yang bisa saya nikmatin dan nyaman buat saya dan sehat. Yang penting untuk fashion, sopan dan tidak buka-bukaan. Buat saya tidaklah etis dan tidak nyaman bila pakaian saya menunjukkan lekuk-lekuk tertentu, meski saya sempat merasakan dikatakan teman-teman sexy dulu karna bentuk tubuh saya yang sintal. Padat berisi tapi tetap berbentuk apalagi dulu saya suka menggunakan baju yang press body, hehehehe kemudian sempat mengalami fase gendut banget setelah itu karna tidak dapat mengontrol selera makan dan sekarang dengan berat tubuh yang proporsional. Tidak sintal, tidak gendut dan tidak kurus. Standart saja dan tentunya dengan tata busana yang sopan. Paling banter celana pendek namun tidak mencolok. Berusaha secasual mungkin dan tidak mencolok mata. Saya kurang nyaman jika apa yang saya kenakan terlalu diperhatiin oleh orang lain. Saya pingin orang-orang memandang saya dengan sewajarnya saja, dulu saya senang banget menggunakan berbagai aksesoris yang unik tapi saya memang sengaja tidak ingin terlihat mencolok mata dalam keseharian. Cukup di event-event tertentu saja atau occasion tertentu saja karna yang utama bagi saya adalah bagaimana saya berinteraksi dan bersosialisasi dengan nyaman dan itu berbicara hati. Penampilan perlu tapi bukan sesuatu yang kaku buat saya atau eksklusif. Meskipun saya tahu fashion tapi dalam keseharian saya tidak menonjolkan hal-hal tersebut. Tidak mengapa jika tidak jadi trend setter dalam fashion, yang penting pakaian saya sopan dan bebas dalam aktivitas  karna jika pakaian tidak nyaman pasti akan sibuk menutupin bagian yang tersingkap itu. Baru-baru ini saya pernah salah kostum benar-benar tidak nyaman. Jadi saya memakai baju dalaman yang memang modelnya lucu namun astaga to much sexy, untungnya saya menggunakan jaket dan ketika ngobrol mau ga mau tangan saya memegang jaket sembari menutupnya hahahahahaha benar-benar risih.

Namun untuk teknologi saya memang melihat brand coz saya ingin menggunakan teknologi yang nyaman dalam akses dan pemakaian. Untuk saya brand dalam teknologi itu penting, agar barang yang digunakan awet tidak mudah rusak dan puas dalam pemakaian, ini disesuaikan dengan karakter saya yang tidak suka gonta ganti produk smartphone. Dan saya tidak suka produk yang saya gunain pasaran minimal untuk tipe smartphone nya tidak banyak yang gunakan, sejak awal saya tahu dan menggunakan smartphone saya pengen smartphone yang berasa eksklusif alias tidak dimana-mana menggunakan hp jenis yang sama. Meski sebenarnya semakin banyak yang menggunakan berarti hp tersebut diminati. Rasanya tidak sreg aja ketika banyak orang menggunakan tipe hp yang sama. Bagi saya yang penting untuk smartphone tetap punya brand namun tidak pasaran dan produknya konsisten di market place nya dan kualitasnya baik. Jadi kualitas dan konsistensi itu lebih diutamakan. Sudah saya rasakan sendiri, ketika saya menggunakan suatu produk hp, kebanyakan konsisten dan saya puas dalam pemakaiannya. Namun jika saya di posisikan sebagai brand ambassador suatu produk Hp, saya tidak berada dalam posisi eksklusif lagi tapi bagaimana produk yang saya pegang sukses dalam market place nya dalam artian konsisten dan terpercaya hehehe tentunya setiap penjualan produk idealnya berjalan lancar dan adanya inovasi-inovasi dari  suatu produk agar produk tersebut tetap bertahan dari persaingan bisnis. Dan jika suatu brand diakui maka akan sangat mudah dipasarkan meskipun tidak banyak promosi karna sudah diakui kualitasnya pasti bagus. Jaman dulu brand elektronik yang di cari adalah Sony. Namun sekarang sudah banyak bermunculan produk-produk baru namun produk Sony tetap ada dan diakui keberadaannya.

Mengenai brand saya punya pandangan sendiri tergantung dimana brand tersebut ditempatkan. Untuk brand yang limited edition tidak pasaran dan di buat dengan bahan yang khusus dan berkualitas dan harganya sudah dipastikan mahal dan bisa saja di dunia hanya beberapa orang yang memilikinya plus certifikat asli. Saya memang tidak terlalu suka sesuatu yang pasaran, atau lagi in nya apa. Saya tetap mengutamakan cita rasa personal saya dalam berbagai hal, tetap saya sesuaikan dengan karakter personal saya. Nah lain lagi penilaian saya untuk produk makanan, saya menyukai produk makanan dengan peminatnya banyak dengan kualiatas terjamin tentunya. Kualitas itu penting, jika produk makanan tersebut menggunakan kemasan, saya sangat memperhatikan kemasannya untuk menghindari produk makanan yang masuk angin (jadi kemasannya wajib tertutup rapat), memperhatikan hasil produksi dari mana dan expired datenya. Saya tetap akan melihat dengan balance, Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan adaptasi yang baik. Teknologi, science dan dunia medis banyak menginformasikan tentang hal yang berkaitan dengan perkembangan manusia mana yang baik dan tidak, namun marilah kita melihatnya suatu informasi yang positif dan tetap percaya bahwa hidup ini ada di dalam tangan Tuhan, mati dan hidup hanya Tuhan  lah yang Maha Tahu. Maksudnya jangan paranoid, contohnya informasi; beras yang bisa dipalsuin, makanan yang mengandung formalin, telur palsu dll. Tuhan memberikan kita hikmat untuk tahu membedakan mana yang layak komsumsi dan mana yang tidak dan ketika makan minta Tuhan menguduskan makanan yang dihidangkan dalam doa agar apa yang kita makan dikuduskan dan diberkati oleh Tuhan Yesus.

Btm terus maju dan berkembang dengan baik, karna saya dibesarkan di Btm jadi sedikit banyak saya mengerti bagaimana pertumbuhan kota ini and is not bad. Berada di kawasan yang bersinggungan dengan kawasan internasional, sedikit banyak memudahkan untuk akses ke luar negeri dan kerjasama dengan pihak asing dalam kontrak kerja di dapati di kota ini.

                                                                                                                                                                       



God bless all

No comments:

Post a Comment