Tanggal 17 agustus sudah dapat dipastikan adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia tanah air dan tempat dimana beta dilahirkan dan dibesarkan. Malam minggu tepatnya sabtu malam, pulang ke rumah, anak-anak kos dua keluarga dan sodara-sodaranya yang kos bareng pada kumpul rame membahas acara di hari 17 mereka ingin bawa masing-masing anak mereka yang masih kecil untuk di doakan di gereja oleh pak pendeta di tempat mereka beribadah. Dan malam itu kami seru membicarakan persiapan untuk hari minggu 17 agustus bertepatan hari kemerdekaan RI, meski saya tidak bisa ikutan menyaksikan namun seru membicarakan pakaian dan sepatu apa yang ingin mereka kenakan termasuk akan mengadakan masak-masak jadi sepulang gereja mereka mau buat acara syukuran di kos. Sempat sih urusan pakaian menjadi bahan perbincangan karna mereka yang ibu-ibu berkebaya lengkap dan para ayah mengenakan baju kemeja atau berjas. Yang repot ibu-ibu sih, niatan awal ingin berbusana sederhana namun karna atas input sodaranya sehingga diputuskan berkebaya padahal salah satu ibu tsb ada yang tidak punya kebaya. Yahhh setelah usul punya usul, ya sempat terlontar juga ke gereja yang penting niat hatinya bukan pakaian semata. Malam itu kami habiskan berbincang acara besok dan mengenai acara 17 agustusan.
Sementara saya ada acara lomba memasak di gereja untuk kaum muda-mudinya. Sebenarnya saya maju mundur juga antara ingin ikut acara atau tidak, karna saya baru banget gabung di pemuda tersebut dan berpikir bisa-bisa saya salting sendiri nanti di acara tersebut. Namun dengan di support oleh salah satu teman grup akhirnya saya nekat juga sih datang, dan ternyata tidak sia-sia saya ikur berpartisipasi meramekan grup, sebelum acara memang bahan-bahannya sudah di persiapkan dari rumah jadi pada saat acara bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan pengerjaan lebih hemat waktu. Dan alhasil tada masakan kami yang disajikan benar-benar tampilannya sederhana x_x pada waktu diolah saya tidak begitu mencicipi makanan yang uda di masak, jadi ya tidak punya gambaran tentang penilaian rasa oleh juri, tampilannya uda jelas sederhana. Namun setelah presentasi dan kami mencicipi hasil masakan kami barulah terlihat dengan jelas olehku rasa masakannya lezat :p Ya sebagai pendatang baru di grup, saya memang tidak terlalu banyak memberikan kontribusi sebagai peramai dan bantu-bantu ala kadarnya karna ada 9 kepala rasanya mustahil semua urun tangan kerjakan sementara masakan kami tinggal di olah saja alias penggabungan bahan utama berikut bumbu-bumbunya, benar-benar kami buat masakan sepraktis mungkin namun lezat, kata grup-grup tetangga yang kebetulan menyicip masakan kami bilang enak sih. Grup-grup lain tampilan hidangan mereka menarik sih, namun ketika dicicip untuk rasa yahhh ada yang rasanya kurang pas, tapi ada juga kok yang masakannya benar-benar enak dari sisi rasa dan tampilan. Yang penting sih bukan menang atau kalahnya, begitu ujar bapak pendeta yang jadi juri dan isi pidato penutupan acara tadi. namun makna kebersamaan dan semangat untuk beri yang terbaik. Saya sih selalu berpikir yah bersyukur saja, tidak boleh merasa tidak percaya diri yang penting uda kasih yang terbaik. Wahhhhh puas banget nyicipin makanan antar grup hahahaha dan saling berbagi. Semakin sore dan menjelang malam suasananya semakin berasa situasi keakrabannya. Setelah usai acara, kamipun sibuk merapikan perkakas dan meja yang kami gunakan dan bergegas pulang deh. Senang sih. Jadi ingat di jaman kuliah saya suka ikut organisasi sekuler maupun rohani, banyak ketemu teman-teman baru. Dan dulu saya memang cuek banget bila datang ke lokasi baru, acara baru hahahahaha pasti deh yang namanya teman baru ada aja kok dan pada umumnya baik-baik kok ke saya, sayanya juga bisa bawa diri itu yang penting meskipun kadang ada timbul rasa tidak PD tapi saya selalu berpikir jangan mau hidup di bawah label-label yang menghambat pertumbuhan sendiri (saya berusaha menanamkan pikiran positif), isi kepala harus bisa tetap fresh melihat segala sesuatunya karna hal tsb akan mempengaruhi pola pikir. Seperti tadi pulang bareng teman baru, berasa uda akrab aja padahal baru kenalan di acara lomba masak (ya gpp kalo teman gereja dan segrup, kalo yang lain-lain tentunya tidak harus open) x_x
Saya pasang DP makanan lomba masak yang grupku, teman saya nimbrung di chat, "siapa yang ikut lomba dek eh kk". Trus saya jawab, grup kk. Menang tak kk???, dia tanya lagi. Belum, masih minggu depan, ujarku. Semoga menang ya. Trus saya jawab, tampilannya kurang dek di banding yang lain terlalu sederhana tapi rasanya enak. Dia jawab, wow mantap tu. Hehehehe sedikit pembicaraan kami. Temanku ini memang pintar masak sih, pernah dia masak macam-macam masakan di kos nya dan ajak saya nimbrung makan menikmati masakannya (kebetulan dia lagi rajin masak) jika tidak beli makan di luar. Hmmm yah namanya juga pengalaman dan seru-seruan di perkumpulan pemuda gereja, yang penting kebersamaannya. Jadi ga sempat deh melihat agustusan tingkat RT hehehehe
Pergi acara sendiri atau ada teman?????????? sama saja sih, tergantung situasi dan kondisi. Saya flexible kok. bisa mandiri juga :)
@ Makasih Tuhan Yesus@
Sementara saya ada acara lomba memasak di gereja untuk kaum muda-mudinya. Sebenarnya saya maju mundur juga antara ingin ikut acara atau tidak, karna saya baru banget gabung di pemuda tersebut dan berpikir bisa-bisa saya salting sendiri nanti di acara tersebut. Namun dengan di support oleh salah satu teman grup akhirnya saya nekat juga sih datang, dan ternyata tidak sia-sia saya ikur berpartisipasi meramekan grup, sebelum acara memang bahan-bahannya sudah di persiapkan dari rumah jadi pada saat acara bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan pengerjaan lebih hemat waktu. Dan alhasil tada masakan kami yang disajikan benar-benar tampilannya sederhana x_x pada waktu diolah saya tidak begitu mencicipi makanan yang uda di masak, jadi ya tidak punya gambaran tentang penilaian rasa oleh juri, tampilannya uda jelas sederhana. Namun setelah presentasi dan kami mencicipi hasil masakan kami barulah terlihat dengan jelas olehku rasa masakannya lezat :p Ya sebagai pendatang baru di grup, saya memang tidak terlalu banyak memberikan kontribusi sebagai peramai dan bantu-bantu ala kadarnya karna ada 9 kepala rasanya mustahil semua urun tangan kerjakan sementara masakan kami tinggal di olah saja alias penggabungan bahan utama berikut bumbu-bumbunya, benar-benar kami buat masakan sepraktis mungkin namun lezat, kata grup-grup tetangga yang kebetulan menyicip masakan kami bilang enak sih. Grup-grup lain tampilan hidangan mereka menarik sih, namun ketika dicicip untuk rasa yahhh ada yang rasanya kurang pas, tapi ada juga kok yang masakannya benar-benar enak dari sisi rasa dan tampilan. Yang penting sih bukan menang atau kalahnya, begitu ujar bapak pendeta yang jadi juri dan isi pidato penutupan acara tadi. namun makna kebersamaan dan semangat untuk beri yang terbaik. Saya sih selalu berpikir yah bersyukur saja, tidak boleh merasa tidak percaya diri yang penting uda kasih yang terbaik. Wahhhhh puas banget nyicipin makanan antar grup hahahaha dan saling berbagi. Semakin sore dan menjelang malam suasananya semakin berasa situasi keakrabannya. Setelah usai acara, kamipun sibuk merapikan perkakas dan meja yang kami gunakan dan bergegas pulang deh. Senang sih. Jadi ingat di jaman kuliah saya suka ikut organisasi sekuler maupun rohani, banyak ketemu teman-teman baru. Dan dulu saya memang cuek banget bila datang ke lokasi baru, acara baru hahahahaha pasti deh yang namanya teman baru ada aja kok dan pada umumnya baik-baik kok ke saya, sayanya juga bisa bawa diri itu yang penting meskipun kadang ada timbul rasa tidak PD tapi saya selalu berpikir jangan mau hidup di bawah label-label yang menghambat pertumbuhan sendiri (saya berusaha menanamkan pikiran positif), isi kepala harus bisa tetap fresh melihat segala sesuatunya karna hal tsb akan mempengaruhi pola pikir. Seperti tadi pulang bareng teman baru, berasa uda akrab aja padahal baru kenalan di acara lomba masak (ya gpp kalo teman gereja dan segrup, kalo yang lain-lain tentunya tidak harus open) x_x
Saya pasang DP makanan lomba masak yang grupku, teman saya nimbrung di chat, "siapa yang ikut lomba dek eh kk". Trus saya jawab, grup kk. Menang tak kk???, dia tanya lagi. Belum, masih minggu depan, ujarku. Semoga menang ya. Trus saya jawab, tampilannya kurang dek di banding yang lain terlalu sederhana tapi rasanya enak. Dia jawab, wow mantap tu. Hehehehe sedikit pembicaraan kami. Temanku ini memang pintar masak sih, pernah dia masak macam-macam masakan di kos nya dan ajak saya nimbrung makan menikmati masakannya (kebetulan dia lagi rajin masak) jika tidak beli makan di luar. Hmmm yah namanya juga pengalaman dan seru-seruan di perkumpulan pemuda gereja, yang penting kebersamaannya. Jadi ga sempat deh melihat agustusan tingkat RT hehehehe
Pergi acara sendiri atau ada teman?????????? sama saja sih, tergantung situasi dan kondisi. Saya flexible kok. bisa mandiri juga :)

No comments:
Post a Comment