Kemarin temanku memajang foto makanan bakso di "display picture" nya, iseng saya berujar kepadanya bahwa di malam sebelumnya saya makan mi ayam dan temanku yang makan bareng saya memesan bakso. Saya makan di malam hari, trus temanku yang posisinya di luar kota berujar, katanya ga mau gendut? wkwkwkwk so saya jawab aja "ga bakal gemuk karna kaki saya aja kecil" :p dan temanku jawab, "mana kaki lo" hahahaha akhirnya untuk menyakinkannya saya memajang kaki saya di "DP". Trus dia bilang, itukan lukisan? Saya jawab lagi, itu kaki ku. Ooohhh, sahutnya.
Ya saya menunjukkan foto kakiku yang uda di edit sehingga menjadi berbentuk lukisan x_x maklum lagi iseng dan kesannya lucu aja. Sebenarnya bisa ngomong nyampenya ke kaki, karna waktu pagi hari saya tumben2nya ngaca seluruh badan (maklum jarang ngaca di cermin) dan sedikit surprise "loh kaki ku ternnyata kecil juga ya". Secara di zaman skul senang banget jalan kaki, makanya untuk urusan lari dan jalan cepat, mudah untuk dilakukan dan hobby. Naik kendaraan kalo ada perlunya aja dan perjalanan jauh, kalo dekat lebih suka jalan kaki ;p sehat loh. Hihihi saya uda berteman baik dengan temanku ini terbilang sejak saya masuk dalam pergaulan "pin BB" dan awet sampe sekarang. Dia selalu menganggap saya adalah sobatnya dan begitu juga sebaliknya. Semalam saya berfikir, oh indahnya bila punya teman baik yang bisa dijadikan teman diskusi dan berbagi dalam suka maupun duka. Pertemanan kami di bawa santai sih, bisa ngobrol serius bisa juga ngobrol iseng, jadi ga boring. Saya memang senang berteman yang ngobrolnya dibawa ringan, mau ngobrol jika ada masalah juga di bawa ringan "ga terlalu di pikirin', begitu saya bisa berteman awet dengan teman2 saya. Saya suka humor sih. Yang jelas ngobrol ga pake beban, karna yang jadi teman akrab saya adalah teman yang sudah sama-sama tahu kondisi apa adanya dan tidak banyak tuntutan dan sama-sama sudah dewasa dan bagaimana ambil tindakan yang positif, saling mendukung untuk maju. Jadi nyaman-nyaman saja.
Namun selama berteman baik dengan temanku ini saya bersyukur kepada Tuhan karna dia benar-benar menunjukkan rasa bangga menjadi teman baikku. Beberapa hari yang lalu dia menanyakan FB ku karna dia baru buat Fb dg akun baru, dan ku berikan nama lengkapku, ternyata tulisan namaku itu terlewat dibaca olehnya karna pembicaraan kami banyak dan dia hanya mencari namaku dengan kata kunci Poppy. Dia bilang namaku pasaran, aku kaget setahuku namaku langka dengan kombinasi nama itu. Akhirnya saya ngeh dia mencari nama Poppy saja, ya jelas tidak bakal ketemu. Akhirnya ku beri tahukan namaku sudah kutulis dengan lengkap di chat sebelumnya. Dan akhirnya dia menemukan FB ku, dan saya approve pertemanan darinya, yang buat saya terharu dia menggunakan picture FB nya pic saya. Jadi merasa kocak campur haru liat FB nya malah di pajang foto wajah saya yang di edit menggunakan topi merah sinterklas. Rasa bangga karna menjadi bagian pertemananku adalah anugrah yang Tuhan berikan karna itu wujud rasa kasih sayang Tuhan untukku. Tidak ada yang abadi di dunia ini namun bila Tuhan menunjukkan kebaikan dan anugerahNYA itu adalah kasih sayangNYA yang dunia tidak dapat berikan secara sempurna. Namun yang paling menyentuh di hati, karna bagaimana teman saya menunjukkan rasa bangga yang tulus punya teman seperti saya dan sayang yang tulus. Untuk saat ini, dia benar-benar yang memberikan kesan yang dalam di hati saya, karna dia membuat saya menjadi sosok yang berarti dan seakan dibutuhkan namun natural, tidak dibuat-buat. Mengalir saja, namun semalam saya baru sadar ternyata dia sendiri menjadi sosok yang sohib di hidup saya karna ketulusan hatinya. Setelah saya review, dalam pertemanan yang saya butuhkan adalah seseorang yang melihat saya dengan normal alias tidak memandang saya terlalu high seakan-akan tidak bisa dijangkau atau to much prasangka. Label-label 'high' yang disematkan ke saya justru membuat saya menjadi tidak nyaman, seakan-akan saya di pandang tinggi dalam berbagai hal. Namun dalam berteman label itu harusnya tidak ada yang tinggal ketulusan hati. My friend have a great job as HRD di suatu perusahaan yang sudah maju dan bila lagi sibuk dia bisa lembur namun dia menikmatin apa yang jadi pekerjaannya. Karna saya bisa merasakan mana yang tulus ke saya, bila bertemu langsung dengan saya (saya suka memperhatikan lekat-lekat ekspresi dan bagaimana seseorang bersikap).
Saya tidak suka curhat di FB or Twit (rasanya ga cool aja kalo ampe di baca teman2 or family, hahahha ga etis curhat di medsos, karna pada dasarnya saya ga suka dikasihanin). Saya nulis pada masa itu tujuannya untuk brain storming dan proses katarsis diri sembari berbagi dengan orang lain dan semoga mendapat hikmah positif dari tulisan saya hehehehe Jadi untuk medsos saya uda terbiasa berteman dengan banyak kewarganegaraan asing dari mana mana baik cewe maupun cowo dan malah lebih mendominasi teman barunya dari luar negeri (apa wajah saya kayak orang asing juga ya, di medsos saya malah sering merasa jadi bagian mereka karna dengan mudahnya menjalin pertemanan dengan warga asing buat saya di medsos hehe). Dan waktu berlalu, rasanya ingat yang lalu kok berasa konyol dan tidak cool ;p nulis dan suka banget nulis tentang ketidakadilan pd issue sosial dan tentang percintaan dengan warna-warninya namun dalam kondisi menulis dg penuh ekpresif banget dan disana akan tergambar emosi saya akan suatu peristiwa apakah marah sedih ataupun senang, benar-benar situsional.

No comments:
Post a Comment