Friday, August 29, 2014

What my favorit and not




Akhir-akhir ini di kotaku lagi sering di guyur hujan dan bikin suasana diri jadi malas hendak beraktivitas karna dingin. Namun hal tersebut mampu saya atasi dan saya tetap melakukan aktivitas apa yang seharusnya saya kerjakan dan tetap memacu semangat. Kotaku salah satu kota industri yang maju menjadi bagian di wilayah Indonesia. Sedikit demi sedikit kota ini mengukir prestasinya tersendiri dan terus mengalami kemajuan berbanding terbalik ketika dimana saya berada di masa saya kecil, saat itu kota ini sepi dan banyak hutan. Dimasa kecil saya bersahabat dengan alam dan permainan tradisional adalah bagian diri, kotaku adalah bagian diri yang tidak terpisahkan karna disinilah saya memulai perjalanan hidup saya untuk belajar banyak hal tentang kehidupan. Dua kota yang berperan besar dalam pembentukan jati diri saya adalah kota Btm dan kota Jkt. Sebenarnya di banyak tempat adalah yang terbaik yang Tuhan berikan, kita tidak bisa memilih darimana asal muasal kita dilahirkan, karna sudah ditentukan Sang Pencipta. 

Pada awalnya saya merasa ketidakpuasan tinggal di Btm namun saya menyadari disini saya merasa tidak ketinggalan informasi dan tetap bisa update berbagai hal dari fashion dan bacaan. Dari sedari saya ngerti yang namanya membaca, saya suka banget dengan berbagai bacaan apalagi yang berkaitan dengan cerita, dari cerpen, cerbung, novel, majalah, cerita rakyat baik dalam dan luar negeri. Semasa saya skul, saya update dengan berbagai bacaan dan wajib beli, jadi tidak heran koleksi majalah dan novel saya bertumpuk-tumpuk. Saya sempat menyimpan bacaan tersebut sampai di bangku kuliah, kemudian koleksi bacaan saya banyak diseleksi. Saya berfikir cukup yang saya perlukan saja yang saya koleksi, sisanya saya bagi-bagi ke orang secara bertahap dan ada yang saya buang hehehe daripada menjadi tumpukan saja di rumah dan saya tidak suka rumah bila serasa gudang. Saya tergolong telaten untuk merawat barang-barang sendiri, sehingga tidak heran barang-barang masa kecil bisa tetap ada hingga dewasa. Namun di dewasa kembali saya berfikir ulang untuk menyimpan semua barang-barang yang saya perlukan, yang lain jika masih bisa diberikan biarlah diberikan ke orang biar tidak hanya menumpuk di rumah. 

Semasa skul saya anti dengan yang namanya news, maka tidak heran siaran TV bisa rebutan remote dengan bokap (alm) yangsenangnonton news dan saya maunya nonton film. Bertambah usia, selera saya juga berubah, saya jadi tidak begitu suka baca cerita yang bersifat fiksi dan males baca novel, saya jadi menyenangi news dan kisah yang real terjadi. Meskipun tetap saya pilih-pilih news, saya lebih mengedepankan news yang bersifat informatif. Kisah fiksi, ada kalanya bersifat tidak real contohnya dongeng. Saya tidak mau terjebak dengan dunia khayalan. Padahal novel bersambung setebal-tebal bantal bisa saya baca dengan berbagai tema, dari kisah percintaan, detektif-detektif seperti novel Agatha Christie's yang tokoh utamanya Hercule Poirot, Enyd Blyton, John Grisham dan banyak lagi. Baca tabloid dan magazine yang kertasnya berbahan glossy dan tebal juga saya ikutin. Terakhir novel yang saya sempat baca tuntas adalah kisah Harry Potter di kala lagi boomingnya novel ini. Saya sempat mengkoleksinya namun novel itu sudah tidak saya koleksi,saya enggan menyimpan dan mengkoleksinya karna saya beranggapan novel ini hanyalah fiksi meski saya sudah beli dengan harga lumayan di masa itu. Saya terbiasa dengan high taste untuk bacaan. Saya percaya sihir itu memang ada (contohnya kisah nyata pertobatan dari Mukendi seorang keturunan penyihir bertobat menjadi pengikut Kristus) dan segala hal yang bersifat magic namun saya tidak meyakininya karna bertentangan dengan iman saya sebagai pengikut Kristus, dalam Kristen memang ada yang namanya mujizat namun mujizat bisa terjadi atas kuasa Allah Tri Tunggal, dengan menyebut nama Tuhan Yesus dalam doa misalnya untuk kesembuhan atau problem yang di hadapi asal beriman penuh pada Yesus pasti terjadi mujizat, ada kuasa di dalam nama Tuhan Yesus. Tuhan Yesus selalu memberi jalan keluar bagi setiap orang yang berharap penuh padaNYA. Apa yang tidak mungkin terjadi, namun arah hidup kita hendak kemana kita adalah pilihan hidup kita, jadi keselamatan adalah urusan personal. Untuk saat ini buku-buku yang saya koleksi mayoritas bacaan-bacaan rohani dan berkaitan dengan karakter. Saya tidak anti dengan cerita fiksi hanya bukan prioritas lagi seperti dulu, minat baca saya memang menurun drastis dan sebenarnya tidak seantusias di masa pendidikan apalagi untuk buku-buku nyaris tidak pernah beli lagi karna pasti tidak di baca. Ini semua karna hadirnya internet, jadi lebih senang berselancar di internet namun jika tidak buka internet ya tidak membaca, oh  ya paling minim baca koran. Sebenarnya baca buku ada bagusnya juga bisa di stabilo-in hehe khusus untuk buku-buku yang non fiksi.

Namun untuk fashion dan makanan, saya flexible tidak mengejar brand meski saya punya selera yang unik namun saya lebih suka flexible dalam hal fashion dan makanan, tidak kaku pada style tertentu atau rasa tertentu yang penting suatu hal yang bisa saya nikmatin dan nyaman buat saya dan sehat. Yang penting untuk fashion, sopan dan tidak buka-bukaan. Buat saya tidaklah etis dan tidak nyaman bila pakaian saya menunjukkan lekuk-lekuk tertentu, meski saya sempat merasakan dikatakan teman-teman sexy dulu karna bentuk tubuh saya yang sintal. Padat berisi tapi tetap berbentuk apalagi dulu saya suka menggunakan baju yang press body, hehehehe kemudian sempat mengalami fase gendut banget setelah itu karna tidak dapat mengontrol selera makan dan sekarang dengan berat tubuh yang proporsional. Tidak sintal, tidak gendut dan tidak kurus. Standart saja dan tentunya dengan tata busana yang sopan. Paling banter celana pendek namun tidak mencolok. Berusaha secasual mungkin dan tidak mencolok mata. Saya kurang nyaman jika apa yang saya kenakan terlalu diperhatiin oleh orang lain. Saya pingin orang-orang memandang saya dengan sewajarnya saja, dulu saya senang banget menggunakan berbagai aksesoris yang unik tapi saya memang sengaja tidak ingin terlihat mencolok mata dalam keseharian. Cukup di event-event tertentu saja atau occasion tertentu saja karna yang utama bagi saya adalah bagaimana saya berinteraksi dan bersosialisasi dengan nyaman dan itu berbicara hati. Penampilan perlu tapi bukan sesuatu yang kaku buat saya atau eksklusif. Meskipun saya tahu fashion tapi dalam keseharian saya tidak menonjolkan hal-hal tersebut. Tidak mengapa jika tidak jadi trend setter dalam fashion, yang penting pakaian saya sopan dan bebas dalam aktivitas  karna jika pakaian tidak nyaman pasti akan sibuk menutupin bagian yang tersingkap itu. Baru-baru ini saya pernah salah kostum benar-benar tidak nyaman. Jadi saya memakai baju dalaman yang memang modelnya lucu namun astaga to much sexy, untungnya saya menggunakan jaket dan ketika ngobrol mau ga mau tangan saya memegang jaket sembari menutupnya hahahahahaha benar-benar risih.

Namun untuk teknologi saya memang melihat brand coz saya ingin menggunakan teknologi yang nyaman dalam akses dan pemakaian. Untuk saya brand dalam teknologi itu penting, agar barang yang digunakan awet tidak mudah rusak dan puas dalam pemakaian, ini disesuaikan dengan karakter saya yang tidak suka gonta ganti produk smartphone. Dan saya tidak suka produk yang saya gunain pasaran minimal untuk tipe smartphone nya tidak banyak yang gunakan, sejak awal saya tahu dan menggunakan smartphone saya pengen smartphone yang berasa eksklusif alias tidak dimana-mana menggunakan hp jenis yang sama. Meski sebenarnya semakin banyak yang menggunakan berarti hp tersebut diminati. Rasanya tidak sreg aja ketika banyak orang menggunakan tipe hp yang sama. Bagi saya yang penting untuk smartphone tetap punya brand namun tidak pasaran dan produknya konsisten di market place nya dan kualitasnya baik. Jadi kualitas dan konsistensi itu lebih diutamakan. Sudah saya rasakan sendiri, ketika saya menggunakan suatu produk hp, kebanyakan konsisten dan saya puas dalam pemakaiannya. Namun jika saya di posisikan sebagai brand ambassador suatu produk Hp, saya tidak berada dalam posisi eksklusif lagi tapi bagaimana produk yang saya pegang sukses dalam market place nya dalam artian konsisten dan terpercaya hehehe tentunya setiap penjualan produk idealnya berjalan lancar dan adanya inovasi-inovasi dari  suatu produk agar produk tersebut tetap bertahan dari persaingan bisnis. Dan jika suatu brand diakui maka akan sangat mudah dipasarkan meskipun tidak banyak promosi karna sudah diakui kualitasnya pasti bagus. Jaman dulu brand elektronik yang di cari adalah Sony. Namun sekarang sudah banyak bermunculan produk-produk baru namun produk Sony tetap ada dan diakui keberadaannya.

Mengenai brand saya punya pandangan sendiri tergantung dimana brand tersebut ditempatkan. Untuk brand yang limited edition tidak pasaran dan di buat dengan bahan yang khusus dan berkualitas dan harganya sudah dipastikan mahal dan bisa saja di dunia hanya beberapa orang yang memilikinya plus certifikat asli. Saya memang tidak terlalu suka sesuatu yang pasaran, atau lagi in nya apa. Saya tetap mengutamakan cita rasa personal saya dalam berbagai hal, tetap saya sesuaikan dengan karakter personal saya. Nah lain lagi penilaian saya untuk produk makanan, saya menyukai produk makanan dengan peminatnya banyak dengan kualiatas terjamin tentunya. Kualitas itu penting, jika produk makanan tersebut menggunakan kemasan, saya sangat memperhatikan kemasannya untuk menghindari produk makanan yang masuk angin (jadi kemasannya wajib tertutup rapat), memperhatikan hasil produksi dari mana dan expired datenya. Saya tetap akan melihat dengan balance, Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan adaptasi yang baik. Teknologi, science dan dunia medis banyak menginformasikan tentang hal yang berkaitan dengan perkembangan manusia mana yang baik dan tidak, namun marilah kita melihatnya suatu informasi yang positif dan tetap percaya bahwa hidup ini ada di dalam tangan Tuhan, mati dan hidup hanya Tuhan  lah yang Maha Tahu. Maksudnya jangan paranoid, contohnya informasi; beras yang bisa dipalsuin, makanan yang mengandung formalin, telur palsu dll. Tuhan memberikan kita hikmat untuk tahu membedakan mana yang layak komsumsi dan mana yang tidak dan ketika makan minta Tuhan menguduskan makanan yang dihidangkan dalam doa agar apa yang kita makan dikuduskan dan diberkati oleh Tuhan Yesus.

Btm terus maju dan berkembang dengan baik, karna saya dibesarkan di Btm jadi sedikit banyak saya mengerti bagaimana pertumbuhan kota ini and is not bad. Berada di kawasan yang bersinggungan dengan kawasan internasional, sedikit banyak memudahkan untuk akses ke luar negeri dan kerjasama dengan pihak asing dalam kontrak kerja di dapati di kota ini.

                                                                                                                                                                       



God bless all

Tuesday, August 26, 2014

Menabur yang Baik


Relaxing


Sedikit cerita lagu Titanium - David Guetta feat Sia, ada yang berbeda dari apa yang saya pahamin di dewasa ini. Kedewasaan membuat saya banyak berpikir positif pada diri sendiri, walau pernah alamin situasi yang tidak enak dari pihak lain. Tapi pikiran positif dan memberkati yang kumiliki, membuat saya tidak seperti ide buruk yang kamu bayangkan, dan saya bukanlah mimpi buruk. Segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan itu menjadi benteng pertahanan bagi saya untuk kuat menghadapi situasi tekanan, dan berita baiknya ini hanyalah ujian kehidupan yang siapapun bisa berada disituasi ini. Tapi siapakah manusia yang hidup, berani berkata hidupnya sempurna tanpa penderitaan????? Well selagi di dunia hal ini nonsense, kecuali sudah di surga. So bersyukurlah dan berbahagialah dimanapun Tuhan menempatkanmu, enjoy it. So permasalahan hidup tidak perlu dibesar-besarkan, intinya ketika Tuhan menciptakan manusia, Tuhan ingin kita bertanggungjawab sebagai manusia hidup yang DIA ciptakan, hanya sesederhana itu. Sebenarnya masalah bisa datang karna dari pikiran diri sendiri, bukan pemberian TUHAN. Apakah Tuhan ingin manusia susah menderita, wrong. Manusia sendiri yang mempersulit hidupnya ketika di awal penciptaan Adam dan Hawa, TUHAN memberikan kelimpahan dan kebebasan pada manusia tapi karna manusia jatuh dalam dosa maka mengubah kehidupan manusia harus menanggung konsekuensi dari dosa yang dia perbuat. So baik_baiklah sama TUHAN maka TUHAN akan memberikan kelimpahan kebaikan dan kasih karuniaNYA. hehehehe sebenarnya hidup tidak serumit yang di  pikirkan. Ingat saja kebaikan TUHAN. Ketika manusia berpikir bahwa apa yang dia kerjakan karna hasil usahanya, inipun wrong. Semua apapun yang kita peroleh pada hakekatnya adalah pemberian Tuhan, berkat Tuhan. Hanya Tuhan menginginkan kita anak-anakNya mengelola apa yang DIA percayakan dalam hidup kita dengan berhikmat. 
Well, kita harus belajar untuk menabur yang baik maka kebaikan itu akan memantul kembali kepada kita. Karna bila kita tidak menerima upahnya di bumi maka surga akan memberikan upah itu, karna upah kita terima di lihat dari seberapa besar kemuliaan hati kita bukan seberapa banyak yang kita berikan secara materi. GBU



     Action on cameras, how looks the slim body (my head still there, never mind the smile alway still maybe with the crown hehe ), berbicara kerja keras untuk menjadi slim and it is hard u know tapi setimpal dengan hasilnya  :D


Sunday, August 17, 2014

Pops dan seputaran 17 agustusan






Tanggal 17 agustus sudah dapat dipastikan adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia tanah air dan tempat dimana beta dilahirkan dan dibesarkan. Malam minggu tepatnya sabtu malam, pulang ke rumah, anak-anak kos dua keluarga dan sodara-sodaranya yang kos bareng pada kumpul rame membahas acara di hari 17 mereka ingin bawa masing-masing anak mereka yang masih kecil untuk di doakan di gereja oleh pak pendeta di tempat mereka beribadah. Dan malam itu kami seru membicarakan persiapan untuk hari minggu 17 agustus bertepatan hari kemerdekaan RI, meski saya tidak bisa ikutan menyaksikan namun seru membicarakan pakaian dan sepatu apa yang ingin mereka kenakan termasuk akan mengadakan masak-masak jadi sepulang gereja mereka mau buat acara syukuran di kos. Sempat sih urusan pakaian menjadi bahan perbincangan karna mereka yang ibu-ibu berkebaya lengkap dan para ayah mengenakan baju kemeja atau berjas. Yang repot ibu-ibu sih, niatan awal ingin berbusana sederhana namun karna atas input sodaranya sehingga diputuskan berkebaya padahal salah satu ibu tsb ada yang tidak punya kebaya. Yahhh setelah usul punya usul, ya sempat terlontar juga ke gereja yang penting niat hatinya bukan pakaian semata. Malam itu kami habiskan berbincang acara besok dan mengenai acara 17 agustusan.

Sementara saya ada acara lomba memasak di gereja untuk kaum muda-mudinya. Sebenarnya saya maju mundur juga antara ingin ikut acara atau tidak, karna saya baru banget gabung di pemuda tersebut dan berpikir bisa-bisa saya salting sendiri nanti di acara tersebut. Namun dengan di support oleh salah satu teman grup akhirnya saya nekat juga sih datang, dan ternyata tidak sia-sia saya ikur berpartisipasi meramekan grup, sebelum acara memang bahan-bahannya sudah di persiapkan dari rumah jadi pada saat acara bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan pengerjaan lebih hemat waktu. Dan alhasil tada masakan kami yang disajikan benar-benar tampilannya sederhana x_x pada waktu diolah saya tidak begitu mencicipi makanan yang uda di masak, jadi ya tidak punya gambaran tentang penilaian rasa oleh juri, tampilannya uda jelas sederhana. Namun setelah presentasi dan kami mencicipi hasil masakan kami barulah terlihat dengan jelas olehku rasa masakannya lezat :p Ya sebagai pendatang baru di grup, saya memang tidak terlalu banyak memberikan kontribusi sebagai peramai dan bantu-bantu ala kadarnya karna ada 9 kepala rasanya mustahil semua urun tangan kerjakan sementara masakan kami tinggal di olah saja alias penggabungan bahan utama berikut bumbu-bumbunya, benar-benar kami buat masakan sepraktis mungkin namun lezat, kata grup-grup tetangga yang kebetulan menyicip masakan kami bilang enak sih. Grup-grup lain tampilan hidangan mereka menarik sih, namun ketika dicicip untuk rasa yahhh ada yang rasanya kurang pas, tapi ada juga kok yang masakannya benar-benar enak dari sisi rasa dan tampilan. Yang penting sih bukan menang atau kalahnya, begitu ujar bapak pendeta yang jadi juri dan isi pidato penutupan acara tadi. namun makna kebersamaan dan semangat untuk beri yang terbaik. Saya sih selalu berpikir yah bersyukur saja, tidak boleh merasa tidak percaya diri yang penting uda kasih yang terbaik. Wahhhhh puas banget nyicipin makanan antar grup hahahaha dan saling berbagi. Semakin sore dan menjelang malam suasananya semakin berasa situasi keakrabannya. Setelah usai acara, kamipun sibuk merapikan perkakas dan meja yang kami gunakan dan bergegas pulang deh. Senang sih. Jadi ingat di jaman kuliah saya suka ikut organisasi sekuler maupun rohani, banyak ketemu teman-teman baru. Dan dulu saya memang cuek banget bila datang ke lokasi baru, acara baru hahahahaha pasti deh yang namanya teman baru ada aja kok dan pada umumnya baik-baik kok ke saya, sayanya juga bisa bawa diri itu yang penting meskipun kadang ada timbul rasa tidak PD tapi saya selalu berpikir jangan mau hidup di bawah label-label yang menghambat pertumbuhan sendiri (saya berusaha menanamkan pikiran positif), isi kepala harus bisa tetap fresh melihat segala sesuatunya karna hal tsb akan mempengaruhi pola pikir. Seperti tadi pulang bareng teman baru, berasa uda akrab aja padahal baru kenalan di acara lomba masak (ya gpp kalo teman gereja dan segrup, kalo yang lain-lain tentunya tidak harus open) x_x


Saya pasang DP makanan lomba masak yang grupku, teman saya nimbrung di chat, "siapa yang ikut lomba dek eh kk". Trus saya jawab, grup kk. Menang tak kk???, dia tanya lagi. Belum, masih minggu depan, ujarku. Semoga menang ya. Trus saya jawab, tampilannya kurang dek di banding yang lain terlalu sederhana tapi rasanya enak. Dia jawab, wow mantap tu. Hehehehe sedikit pembicaraan kami. Temanku ini memang pintar masak sih, pernah dia masak macam-macam masakan di kos nya dan ajak saya nimbrung makan menikmati masakannya (kebetulan dia lagi rajin masak) jika tidak beli makan di luar. Hmmm yah namanya juga pengalaman dan seru-seruan di perkumpulan pemuda gereja, yang penting kebersamaannya. Jadi ga sempat deh melihat agustusan tingkat RT hehehehe

Pergi acara sendiri atau ada teman?????????? sama saja sih, tergantung situasi dan kondisi. Saya flexible kok. bisa mandiri juga :)


@Makasih Tuhan Yesus@

Thursday, August 14, 2014

Pals



Kemarin temanku memajang foto makanan bakso di "display picture" nya, iseng saya berujar kepadanya bahwa di malam sebelumnya saya makan mi ayam dan temanku yang makan bareng saya memesan bakso.  Saya makan di malam hari, trus temanku yang posisinya di luar kota berujar, katanya ga mau gendut? wkwkwkwk so saya jawab aja "ga bakal gemuk karna kaki saya aja kecil" :p dan temanku jawab, "mana kaki lo" hahahaha akhirnya untuk menyakinkannya saya memajang kaki saya di "DP". Trus dia bilang, itukan lukisan? Saya jawab lagi, itu kaki ku. Ooohhh, sahutnya.


Ya saya menunjukkan foto kakiku yang uda di edit sehingga menjadi berbentuk lukisan x_x maklum lagi iseng dan kesannya lucu aja. Sebenarnya bisa ngomong nyampenya ke kaki, karna waktu pagi hari saya tumben2nya ngaca seluruh badan (maklum jarang ngaca di cermin) dan sedikit surprise "loh kaki ku ternnyata kecil juga ya". Secara di zaman skul  senang banget jalan kaki, makanya untuk urusan lari dan jalan cepat, mudah untuk dilakukan dan hobby. Naik kendaraan kalo ada perlunya aja dan perjalanan jauh, kalo dekat lebih suka jalan kaki ;p sehat loh. Hihihi saya uda berteman baik dengan temanku ini terbilang sejak saya masuk dalam pergaulan "pin BB" dan awet sampe sekarang. Dia selalu menganggap saya adalah sobatnya dan begitu juga sebaliknya. Semalam saya berfikir, oh indahnya bila punya teman baik yang bisa dijadikan teman diskusi dan berbagi dalam suka maupun duka. Pertemanan kami di bawa santai sih, bisa ngobrol serius bisa juga ngobrol iseng, jadi ga boring. Saya memang senang berteman yang ngobrolnya dibawa ringan, mau ngobrol jika ada masalah juga di bawa ringan "ga terlalu di pikirin', begitu saya bisa berteman awet dengan teman2 saya. Saya suka humor sih. Yang jelas ngobrol ga pake beban, karna yang jadi teman akrab saya adalah teman yang sudah sama-sama tahu kondisi apa adanya dan tidak banyak tuntutan dan sama-sama sudah dewasa dan bagaimana ambil tindakan yang positif, saling mendukung untuk maju. Jadi nyaman-nyaman saja. 



Joyful jump with friends

Namun selama berteman baik dengan temanku ini saya bersyukur kepada Tuhan karna dia benar-benar menunjukkan rasa bangga menjadi teman baikku. Beberapa hari yang lalu dia menanyakan FB ku karna dia baru buat Fb dg akun baru, dan ku berikan nama lengkapku, ternyata tulisan namaku itu terlewat dibaca olehnya karna pembicaraan kami banyak dan dia hanya mencari namaku dengan kata kunci Poppy. Dia bilang namaku pasaran, aku kaget setahuku namaku langka dengan kombinasi nama itu. Akhirnya saya ngeh dia mencari  nama Poppy saja, ya jelas tidak bakal ketemu. Akhirnya ku beri tahukan namaku sudah kutulis dengan lengkap di chat sebelumnya. Dan akhirnya dia menemukan FB ku, dan saya approve pertemanan darinya, yang buat saya terharu dia menggunakan picture FB nya pic saya. Jadi merasa kocak campur haru liat FB nya malah di pajang foto wajah saya yang di edit menggunakan topi merah sinterklas. Rasa bangga karna menjadi bagian pertemananku adalah anugrah yang Tuhan berikan karna itu wujud rasa kasih sayang Tuhan untukku. Tidak ada yang abadi di dunia ini namun bila Tuhan menunjukkan kebaikan dan anugerahNYA itu adalah kasih sayangNYA yang dunia tidak dapat berikan secara sempurna. Namun yang paling menyentuh di hati, karna bagaimana teman saya menunjukkan rasa bangga yang tulus punya teman seperti saya dan sayang yang tulus. Untuk saat ini, dia benar-benar yang memberikan kesan yang dalam di hati saya, karna dia membuat saya menjadi sosok yang berarti dan seakan dibutuhkan namun natural, tidak dibuat-buat. Mengalir saja, namun semalam saya baru sadar ternyata dia sendiri menjadi sosok yang sohib di hidup saya karna ketulusan hatinya.  Setelah saya review, dalam pertemanan yang saya butuhkan adalah seseorang yang melihat saya dengan normal alias tidak memandang saya terlalu high seakan-akan tidak bisa dijangkau atau to much prasangka. Label-label 'high' yang disematkan ke saya justru membuat saya menjadi tidak nyaman, seakan-akan saya di pandang tinggi dalam berbagai hal. Namun dalam berteman label itu harusnya tidak ada yang tinggal ketulusan hati. My friend have a great job as HRD di suatu perusahaan yang sudah maju dan bila lagi sibuk dia bisa lembur namun dia menikmatin apa yang jadi pekerjaannya. Karna saya bisa merasakan mana yang tulus ke saya, bila bertemu langsung dengan saya (saya suka memperhatikan lekat-lekat ekspresi dan bagaimana seseorang bersikap). 



Saya tidak suka curhat di FB or Twit (rasanya ga cool aja kalo ampe di baca teman2 or family, hahahha ga etis curhat di medsos, karna pada dasarnya saya ga suka dikasihanin). Saya nulis pada masa itu tujuannya untuk brain storming dan proses katarsis diri sembari berbagi dengan orang lain dan semoga mendapat hikmah positif dari tulisan saya hehehehe Jadi untuk medsos  saya uda terbiasa berteman dengan banyak kewarganegaraan asing dari mana mana baik cewe maupun cowo dan malah lebih mendominasi teman barunya dari luar negeri (apa wajah saya kayak orang asing juga ya, di medsos saya malah sering merasa jadi bagian mereka karna dengan mudahnya menjalin pertemanan dengan warga asing buat saya di medsos hehe). Dan waktu berlalu, rasanya ingat yang lalu kok berasa konyol dan tidak cool ;p nulis dan suka banget nulis tentang ketidakadilan pd issue sosial dan tentang percintaan dengan warna-warninya namun dalam kondisi menulis dg penuh ekpresif banget dan disana akan tergambar emosi saya akan suatu peristiwa apakah marah sedih ataupun senang, benar-benar situsional.